Polres Jakarta Pusat Bagikan 70 Ribu Ikan Olahan & 5000 Sembako Ke Warga Jakarta Terdampak Covid

“Ada pasar potensi lain yang cukup besar. Misalnya Jepang, Thailand, Timur Tengah, Rusia dan itu akan jadi pasar kita berikutnya yang harus digarap dan produk perikanan terdistribusi dengan besar keluar RI,” sebutnya. Trenggono juga mengimbau nelayan untuk menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan. Menurutnya, penangkapan ikan tuna dengan cara memancing sudah tepat karena fokus pada komoditas tertentu.

Adapun komoditas yang diekspor diantaranya sword fish, yellow fin tuna, cumi, sotong, shrimp, gindara, gurita, kakap, mahi-mahi, manyung, marlin, sarden, surimi, tenggiri, tuna dan ubur-ubur. “Layanan 24 jam-non stop serta program jemput bola akan terus dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi sehingga ekspor komoditi perikanan Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar,” sambung Rina. Jika dilihat dari knowledge triwulan I tahun 2021, kata Abdul, terjadi peningkatan 554,85 persen dari periode sebelumnya yang hanya 38,fifty one persen. Kesiapan dari ekspor ini didukung dengan adanya infrastruktur sarana dan prasarana seperti yang sudah dan masih terus dikejar seperti cold storage, unit pengelola ikan , pelabuhan, dan bandara. Maka sudah barang tentu Pemerintah pusat sudah memiliki catatan sendiri tentang kesiapan Pemkot Tual dalam mendukung ekspor industri perikanan tersebut. Untuk kesiapan pemerintah daerah dalam ekspor nanti, Wali Kota Tual mengatakan, sebelumnya ada dua Menteri yang berkunjung di Kota Tual yakni, Menteri Bappenas dan di lanjutkan dengan kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Ekspor ikan

FPIK UB akan membantu dengan mengumpulkan para nelayan dari Pacitan untuk melihat uji coba reefer container ini, agar memahami pentingnya program ini bagi kesejahteraan nelayan. Asdep Amalyos tidak lupa juga menegaskan, bahwa nantinya reefer container ini akan untuk segera diproses sertifikasi SNI dan TKDN nya. Dengan adanya sertifikasi seperti ini, kualitas dan mutu dari reefer container karya anak bangsa tidak perlu dipertanyakan. Selain itu, hal ini menunjukkan adanya dukungan produk dalam negeri yang tidak kalah dari produk buatan luar.

Rapat kesiapan ekspor ini, kata Rahayaan, pihaknya melibatkan unsur maritim yang berhubungan langsung dengan rencana Pemerintah pusat yang menjadikan Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual dan Pelabuhan PT SIS yang melakukan ekspor nanti. Industri PT Dempo Andalas Samudera dapat menampungprocessingikan berkapasitas 20 ton. Komoditas tuna beku ekspor dikirim dari Padang melalui Teluk Bayur ke Jakarta, untuk kemudian diberangkatkan ke Amerika Serikat.

“Saya sudah pernah turun, bahkan sampai ke Tanjungraja dan Abung Tengah. Saya printahkan OPD terkait untuk turun langsung untuk membina masyarakat dan menyerap aspirasinya,” tegas Lekok. Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Lampura, Lekok mengaku akan memerintahkan setiap kepala organisasi perangkat daerah terkait, mulai Kepala Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, dan Dinas Perikanan untuk meninjau langsung ke lapangan. Pengelola sekaligus Ketua Kelompok Budi Daya Perikanan Nila Jaya, Desa Muara Dua, Sarifudin mengungkapkan, potensi tersebut bisa lebih ditingkatkan jika para pembudi daya perikanan sudah bisa menanggulangi kendala-kendala dan keterbatasan yang mereka hadapi. Jika di lihat dari frekuensi pengiriman, terbanyak yakni pengiriman ikan cupang sebanyak 361 kali, kemudian pengiriman udang belalang 360 kali, ikan Guppy 153 kali dan ikan tali-tali forty kali.

Nilai ekspor Indonesia untuk ikan hias pada tahun 2019, menguasai 10,5 persen pasar dunia . Negara tujuan ekspor meliputi Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Kanada dan Singapura. Bea Cukai Sibolga menjadi salah satu kantor pelayanan Bea Cukai yang berupaya mendorong ekspor ikan dari wilayahnya. Pada tanggal 10 Maret 2021 lalu, upaya-upaya yang dilancarkan berbuah manis, ketika PT Sumatera Budidaya Marine , perusahaan yang bergerak di bidang budidaya ikan kerapu hidup, telah merealisasikan ekspornya kembali setelah vakum sejak tahun 2018 silam. Selain dua negara tersebut, masih banyak potensi pasar dari negara lain yang bisa digunakan. Apalagi, Rina menyebut negara-negara yang selama ini menjadi penghasil produk perikanan banyak yang terganggu akibat pandemi Covid-19.